Letter from Future

Pernahkah kalian mengalami dilema di usia menginjak kepala dua? Mulai dari 20, 21, 22, 23 dan seterusnya. Bagiku, usia itu skala waktu yang ku nantikan tapi juga kutakutkan. Dulu, waktu masih umur belasan pernah punya pertanyaan dalam otak "gimana gua di usia 20-an?", "kira-kira bisa kayak tokoh utama di sinetron itu nggak ya (kebeneran lagi demen FTV waktu itu)?", "aku kerja apa?", "kuliah dimana?". 

Tanpa terasa, semua pertanyaan itu sedang terjawab saat ini. Inilah usia 20-an yang harus gua jalani. Sebagai mahasiswa tingkat akhir yang berjuang untuk menyelesaikan skripsinya. Ya, anak yang membayangkan bagaimana dirinya di usia 20-an sedang menjalani semester akhir kuliahnya. Hidupnya sebagai anak usia 20-an yang sebenarnya sangat membosankan. Setiap hari berkutat dengan smartphone dan laptopnya di ruangan kosan berukuran 3 m x 3,5 m (kira-kira). 

Apakah dia sudah menjalani perannya seperti dalam tokoh utama dalam sinetron? Ya, dia sedang melakukannya sekarang...walaupun ada beberapa part yang memang belum dirasakan, terutama bagian love storynya. Kalau difikir-fikir usia ini dia sedang sangat-sangat merasa sendiri. Ditengah kegalauan. Huftt... lupakan.

Kerja apa dia sekarang? Ya, ini. Seperti yang dia lakukan saat ini. Menulis. Menulis apa yang ingin dia tulis. Mengapa ia bekerja dengan menulis? Karena setelah ditelusuri, dia tidak memiliki keahlian lain selain menulis. Dia pandai berbicara  tapi dalam bentuk tulisan. Dia sudah kaya dari tulisannya? Belum dan sedang diusahakan.

Setelah diperhatikan, tulisan ini layaknya surat balasan untuk dia di masa lalu yang bertanya tentang masa depannya.
Hai kamu, aku dimasa lalu.
Ya, aku baik-baik saja saat ini dan tengah menjalani hidupku dengan baik.
Terima kasih telah menanyakan bagaimana dirimu di masa yang akan datang.
Kau yang disana harus berusaha keras juga agar kau bisa menjalani hidup yang lebih baik lagi.
Aku, di usia 20-an ini bisa merasakan hidup layaknya pemeran utama di sinetron seperti yang kau harapkan.
Hanya saja tidak semua.
Hidup ini tidak semudah itu.
Oya, dunia yang sekarang berbeda dengan dunia kita yang dulu.
Disini teramat keras dan menyeramkan.
Jadi, hiduplah lebih baik disana dan siapkan dirimu untuk menyambut hari ini.

Aku merindukanmu.

Komentar